"apa yang diucap akan lenyap menguap, apa yang ditulis akan mengabadi"

14 November, 2014

Kehilangan


     Pada awalnya kita akan menangis saat kehilangan sesuatu yang berharga --atau mungkin lebih tepatnya seseorang. Kita menangis bukan semata-mata ingin memberikan kesan lemah atau benci pada garis takdir. Kita hanya belum rela. Dan ketidakrelaan itu membuat barisan berlapis yang berusaha mendesak keluar. Memaksa mata mebukakan jalan pada cairan-cairan ketidakrelaan tersebut.
     
     Namun setelah proses menuju kerelaan usai, kita sudah terlalu letih untuk menyimpan sisa-sisa butir ketidakrelaan. Jadilah kita lega dan mulai mengamalkan ilmu ikhlas. Dengan senyum yang baru. Dengan kerelaan yang menguatkan.

“Karena sejatinya tak ada kekekalan hakiki, maka kita harus memahami arti ikhlas dengan lebih baik lagi”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar