"apa yang diucap akan lenyap menguap, apa yang ditulis akan mengabadi"

19 September, 2014

Menemukan Yang Hilang

Kabut tipis membungkus kanopi
Payah  bias sang surya menggeliat menembus
Kembang mungil ungu muda menyembul malu-malu
Bersembunyi di antara hamparan karpet hijau tak terukur

Disini..
Derik serangga bagai orkestra musim semi
Kecipak air beriak mengalir
Seolah berteriak permisi pada bongkah batu berlumut
Hening.. dingin..
Membekukan manusia yang merindu

Sepetak tanah ini mungkin biasa
Tapi tolong,
Deklarasikan bahwa ini bagian kecil dari zamrud khatulistiwa
Tanah subur yang terluka
Tuan rumah melarat, terjajah bodoh dan angkuh
Seakan merdeka hanya milik mereka dengan rumah megah
yang rakus memuaskan nafsu sendiri
Tanpa pernah sadar harta karun negri ini mulai digerus
Tanpa pernah sadar anak bangsa negri ini diinjak, diperas, dicekik
Oleh orang-orang kulit putih berdasi

Kami diam tepekur
Setia di ujung timur
Puncak Jaya bertabur serbuk putih
Serasi dengan sang saka yang berkibar melambai
Anggrek macan merekah penuh pesona
Batang emas usah susah kau cari

Ya, ini tanah kami
Papua anak ibu pertiwi
Hati kami terpancang, terpaku, tertaut
Kadang lidah kami terbakar
Darah menggelegak sampai ubun
Hati kami tercekik ketidakadilan
Lengkingan yang menyesak rongga, namun tak menyeruak
Jadi kami telan bulat-bulat kesal itu
Tanpa alasan, kami bertahan mencinta negri ini

Suatu hari nanti
Kuharap bisa menemukan bekas sepatumu disini
Jejakmu, menumbuhkan rasa memiliki
Bukti bahwa kau telah menemukan
Secuil surga yang mulai pupus

#17 september 2014
#Social Class

Tidak ada komentar:

Posting Komentar