"apa yang diucap akan lenyap menguap, apa yang ditulis akan mengabadi"

10 Maret, 2014

untuk sapi loncat :)

pada air yang mengalir, aku bercerita
tentang dirimu yang membuat api rinduku tak kunjung padam
bayangmu tak lagi tertangkap oleh mata. maya. bagai fatamorgana
sungguh kau sangat berkuasa untuk membuatku kacau
daun-daun kering bercengkrama
turut mencuri dengar percakapanku dan air
satu dua tertawa
yang lain hanya diam, bahkan ada yang beranjak pergi
mungkin mereka prihatin. mungkin tidak. mungkin sama sekali tak peduli
kepergian daun membuatku menyadari keberadaan angin
ternyata dia sudah lama berada disini. diam, takzim, mendengarkan
pelan-pelan desau angin berubah menjadi raungan
menggetarkan rongga hampa dalam tubuh
kosong dan mati. kemana pemiliknya?
belum hilang pertanyaan itu, aku teringat pertanyaan lain
pertanyaan yang lebih dulu terlontar. pertanyaan tanpa jawaban darimu
dulu kau bertanya, "kemana pergi jiwaku?"
pun hingga hari ini aku tak tahu jawabannya
hatiku telah tercabik oleh beku
mungkin jiwa yang kau cari itu juga sudah ikut tercabik
berhamburan seperti debu
entahlah. itu hanya sebuah kemungkinan
masihkah kau akan bertanya
"kemana pergi jiwaku?"

#khusus untuk laili si sapi loncat yang minta tulisan ini di post :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar