Entah mengapa aku selalu suka hitam.
Meski katanya hitam bukan bagian dari warna, siapa peduli. Buat apa
banyak warna bila dengan hitam saja kita sudah bahagia?
Kopi, malam, bola mata puitismu.
Entah
mengapa aku selalu suka teduh. Bukan hujan apalagi terik. Aku suka
keterjagaan yang—meski kadang hampa, tapi selalu—menentramkan. Seperti
saat minum kopi. Seperti saat insomnia di malam hari.
Atau, seperti saat menatap bola matamu.
~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar